Wednesday, April 3, 2013

Cinta itu sedang menunggu...


dua buah lagu yang sering gue dengarkan di minggu ini, Raisa - Apalah (Arti Menunggu) dan Abdul and The Coffee Theory - Tiada Batas (Menunggu). lalu gue merefleksikan hal itu dalam diri gue yang memang dalam fase menantikan seseorang, tapi orang yang sedang dinantikan tersebut tidak tahu bila ada yang menantikan dirinya.



menunggu dan menanti itu memang membosankan, di tambah lagi dengan ketidakjelasan akan apa yang didapatkan setelah menunggu. terkadang gue suka berpikir dan mengambil sebuah asumsi bila menunggu itu adalah bagian dari yang namanya kesetiaan tapi terkadang pula gue suka bilang itu adalah pembodohan. tapi ternyata menunggu yang tak pasti itu selalu menghasilkan sebuah cerita tersendiri yang tak dapat diungkapkan oleh kata-kata.

nyesek ialah ketika sedang dalam menunggu, orang yang ditunggu itu malah pergi dengan orang lain. seakan merasa ditikam secara berkali-kali pada tempat yang sama, tapi hanya ada kalimat mungkin atau seandainya yang keluar dari bibir dan senyum tipis terkembang melihat orang tersebut pergi begitu saja.

ah, seandainya waktu itu dapat memberikan sebuah tanda kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya, malah terkadang waktu memberikan sebuah jawaban yang tak terduga yang malah menjadikan penyesalan karena semuanya sudah terlambat dan telat. dia telah pergi dan haruskah tetap menantikan dirinya atau kembali mencari yang lain?

terkadang, eh bukan, malah keseringan gue lebih memilih untuk menundanya dengan mengatakan ini belum saat yang tepat dengan ditambah embel-embel lain yang mengikuti kalimat di awal untuk memperkuat alasan tersebut. tapi, ya nyatanya yang sebenarnya adalah hanya masalah ketidakberanian dan ketakutan yang mendera. ketakutan yang tanpa alasan yang jelas, yang malah membuat cinta itu seakan bertepuk sebelah tangan, karena hanya mencintai dirinya dari jauh dan menutup rapat setiap kisah tersebut dari orang lain.

if you dont try, you'll never know.

mencoba? sudah tapi hasilnya sudah terjebak di dalam sebuah zona abu-abu yaitu, friend zone. segan untuk mengungkapkan karena takut malah merusah persahabatan yang sudah terbangun. atau, bagaimana dapat mencoba kan kondisinya begitu dalam memisahkan dan gue dan dia pun tidak kenal, tapi bodohnya gue malah terjebak dalam perasaan jatuh cinta terhadapnya. ironis.

seperti yang gue bilang di awal menunggu itu pembodohan, karena di saat menunggu itu kita akan bahagia ketika melihat dia sedang bahagia meskipun itu dengan orang lain dan pada kenyataannya kita yang sedang terluka dan sakit melihat kenyataan tersebut. bodoh, mengapa hal tersebut dapat terjadi? mengapa gue begitu lemah? dan mengapa gue membiarkan segala excuse itu yang menang?


seperti saat menantikan hujan reda, penuh berharap dan memimpikan melihat pelangi di akhir hujan tersebut tapi terkadang pelangi yang diharapkan untuk muncul tersebut tidak pernah nampak meski penantian yang dinantikan itu sudah begitu lama. sama seperti penantian dalam cinta, mungkin sudah begitu lama kita menunggu dan menantikannya namun setelah di akhir dari penantian itu yang didapat bukanlah kebahagian malah kekecewaan karena dia ternyata tak pernah kunjung datang.

penyesalan itu terjadi di akhir, dan dia merenggut sedikit kebahagian. hanya ada rasa sesal, tetapi mungkin saja memang kita yang salah menantikan cinta tersebut pada orang yang salah dan kita tidak akan pernah tahu untuk semua jawaban itu.

berapa lama kita sudah menanti? hitungan hari? hitungan minggu? hitungan bulan? atau hitungan tahun? menunggu itu adalah bagian dari yang namanya pengorbanan. kita berkorban untuk sesuatu yang belum kita lihat dan tidak tahu akan hasil akhirnya bagaimana. kita berkorban untuk yang namanya perasaan. kita berkorban waktu dan tenaga. dan yang pasti kita sudah terlalu bodoh untuk saat ini.

lucuknya ketika telah menanti pada waktu yang lama dan merasa waktunya sudah tepat, semua perasaan itu hilang lenyap begitu saja tanpa ada sisa. semuanya menjadi biasa saja, tidak seperti saat waktu dalam menanti. aneh tapi nyata. lucu tapi tragis.

ah gue benci hal tersebut. mengapa harus hanya rasa sakit hati yang diterima saat menunggu dan saatnya sudah tepat malah rasa itu sudah tidak sama lagi, sudah tidak ada bekasnya dalam hati ini. apa itu sebuah rencana yang berasal dari alam semesta ini yang membuat skenario yang terasa tragis ini? gue tidak mau menyalahkan apa yang terjadi dan siapa-siapa, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, namun gue hanya memilih untuk menikmatinya saja tanpa terlalu banyak berkomentar.

menunggu bukan suatu hal yang mudah, menunggu pun membutuhkan sebuah tingkat kedewasaan, menunggu berarti harus siap untuk menanggung setiap resiko, menunggu juga siap untuk makan hati setiap harinya, menunggu juga akan menghasilkan banyak alibi, menunggu itu ... ah sudahlah terlalu banyak, bahkan sangat banyak yang akan dituliskan dalam menunggu, dan gue menuliskan ini pun dalam keadaan menunggu. menunggu kepada ketidakpastian malah bukan hanya tidak pasti tapi gelap dan tak dapat diraba-raba bagaimana hasilnya.

menunggu itu menghasilkan tingkat ke-kepo-an yang tinggi dan melatih menjadi tenaga stalker profesional. kita akan selalu bertanya dalam hati apa yang sedang ia lakukan saat ini dan kita setiap paginya akan mendoakan dia di dalam doa kita. menunggu itu merusak jiwa dan pikiran, tapi menunggu itu akan menghasilkan senyuman yang kasat mata.

mungkin, kamu tidak tahu siapa yang sedang menunggumu...
dia akan selalu setia menantimu untuk kamu datang kepadanya...
mungkin, dia kalah oleh ketakutan dirinya...
atau dia sedang menunggu waktu yang pasti dan tepat...
tapi nyatanya...
waktu itu akan selalu menghasilkan sebuah keajaiban...
cinta memang banyak warnanya...
dan warna yang terindah yaitu saat...
penantian akan cinta itu terbalaskan...
dan dia yang menunggu kamu selalu tersenyum kepadamu...
dia selalu memperhatikanmu dari kejauhan...
dia selalu berusaha untuk memahami dirimu yang terlalu jauh...
atau salahkah dia yang mencintaimu tanpa bilang-bilang?
salahkah dia?
apakah kamu mau tahu siapa orang tersebut?
dia adalah dia...
mungkin kamu tidak mengenal dia, namun...
dia mengenal dirimu dan mencintaimu..
dia adalah dia...
dia yang akan selalu menunggumu...


entahlah... tidak ada yang pasti untuk menjelaskan arti dari sebuah menunggu. namun, bila ada orang yang berkata belum pernah merasakan arti cinta sebenarnya sebelum merasakan yang namanya patah hati, mungkin dapat ditambahkan arti cinta yang sebenarnya adalah saat menunggu cinta itu. karena dalam menunggu akan banyak kejutan dan sebuah sensasinya tersendiri.

takut. mudah putus asa. lemah. mungkin akan begitu cepat menyerah untuk memperjuangkan cinta yang sedang mereka nantikan dan harapkan.

menunggu... cinta...

cinta itu sedang menunggu kapan waktu yang tepat untuk datang, tapi pada kenyataannya sering cinta itu terlambat datang, cinta itu datang kepada orang yang tepat di waktu yang salah, cinta itu datang kepada orang yang salah di waktu yang tepat...

cinta aku sedang menunggumu? kapankah waktu yang tepat untuk menyapamu?

"Satu dua minggu akan ku tunggu
Dua tiga bulan masih ku tunggu
Empat lima tahun ku masih di sini
Sampai bulan tak bersinar
Dan mentari telah sirna
Ku akan tetap setia menunggu" - Abdul and The Coffee Theory - Tiada Batas (Menunggu)

No comments:

Post a Comment