Tuesday, April 1, 2014

Seksiologi. Eh, Sosiologi.



Perbedaan tempat membuat kita perlu untuk beradaptasi dengan keadaan sekitar. Itulah yang kurasakan ketika pindah atau lebih tepatnya pergi dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Awalnya, aku merasakan kecanggungan karena dalam kepindahan ini ada perbedaan angkatan yang kualami. Iya, meski di tempat lama aku sudah biasa untuk sekelas bersama dengan angkatan bawah.

Pertama bertemu dengan mereka, semua tampak biasa saja, tidak ada yang aneh yang merasuki pikiranku, meski satu hal yang kubenci ialah jumlah mahasiswa dalam jurusan ini paling sedikit di fakultasku.



Di hari pertama ospek, aku dapat menghitung anak-anaknya dengan jari jemariku. Lalu, aku tidak pernah melanjutkan mengikuti ospek di kampus baru itu, buat apa? Toh, aku pernah merasakan hal yang sama di kampus yang lalu, dan mending aku mengejar targetku saat itu.

Setelah ospek, hari pertama kuliah pun masih terlihat normal. Kecuali satu orang, iya orang yang, ternyata lebih tua dariku dengan kaos dari salah satu band metal duduk sendirian di depan dan kasihan dia, tidak memiliki teman saat itu. bukannya tidak mau nemenin, cuma kami pun belum mengenal dia sejak ospek dan dia memilih duduk sendirian. Jadinya, iya gitu deh.

Baiklah. Ini adalah cerita permulaan dari keanehan-keanehan yang kurasakan di jurusan baru ini dan sekaligus menjadi tulisanku untuk berlibur dari stressnya perkuliahan, mengurusi satu taman baca, dan pekerjaan yang terus ku ulur waktu deadlinenya.

***

Jurusan ini memiliki tiga belas orang anak dalam satu angkatannya! Tiga belas orang! Tunggu, kita pisah-pisahkan mana yang asli dan mana yang palsu. Empat orang yang tidak asli dari angkatan yang seharusnya masuk kuliah tahun ini, dan sisanya adalah angkatan yang asli. Begitulah suramnya menjadi mahasiswa sosiologi dan ketika dibayangkan saat kelas yang mata kuliahnya jurusan, kita sekelas cuman tiga belas. Itupun kalau semuanya bisa terus bareng, ini sebenarnya masih mending, daripada angkatan ’11 atau ’10 yang manusianya cuma dua!!! Dua!!

Tiga belas orang ini pun memiliki tingkah yang aneh dan benar-benar kelakuannya bisa bikin stress orang. Entah, otaknya udah pada segaris apa di otaknya udah pada banyak goresan.

Kita, memulai dari seorang yang paling tua atau lebih asyiknya dituakan oleh anak-anak yang lainnya tapi selalu menganggap dirinya masih muda. Kita panggil saja Oom. Anak betawi asli yang menggemari musik metal ini memiliki kesehariannya memakai jaket yang udah kaya papan mading. Rame dengan tempelan. Oom pun sibuk dengan kerjanya, biasa untuk ngurusin susu anaknya dan jajanan istrinya. Dan, kita sebagai anak-anaknya sering dapat jajan sama oom. Kalau lihat secara sekilas, bih serem boooo! Cuman, kalau udah denger suaranya, tahan ketawa!

Biar masih ada ikatan, kita berpindah pada anak betawi lainnya. Kita sebut saja dia Dul. Dari anak-anak yang lain, ini bocah yang punya panggilan samaran paling banyak dari yang lainnya. Bocah sarap ini pernah suatu saat lagi main gitar di pantai jam dua atau tiga dini hari, nanya ngeselin pengen ditabok. “Boy, kok jam segini sunset belom ada ya?” gila, jam dua atau tiga nanyanya kaya gitu, rasanya pengen dilempar ke laut! Belom lagi kelakuannya yang udah kaya playboy. Pacar engga cukup satu! Doi punya pacarnya bercabang-cabang. Kalau di elus paha, dengkul, atau lehernya langsung mengeluarkan desahan erotis. Tingkat kesangeannya cukup tinggi tampaknya.

Lalu, kita berpindah ke cewe betawi. Kita sebut saja Di. Perempuan ini merupakan orang yang membuat kami tidak kelaperan, bukan karena suka bawa asupan gizi, cuma karena suka ngajak wisata kuliner, atau masak sama pacarnya yang nanti akan gue ceritakan bagaimana sosoknya. Jadinya, siap sedia perut kalau udah berwisata dan makan-makan.

Lain lagi dengan cewe yang ngakunya masih memiliki keturunan keraton Solo. Kita sebut saja Coki. Eh, ternyata salah, yang paling banyak memiliki nama samaran itu bukan Dul tapi si Coki ini. bahkan, terkadang kita bisa panggil dia, Cabe. Kenapa? karena anak SMP aja pernah godain ini manusia dan ngira ini orang cabe. Pinter sih, cuman kalau lagi engga waras yasalam. Hobinya berkicau kalimat galau dengan nomention dan kode-kode, mentang-mentang anak pramuka jadinya main pake kode. Kadang pake sandi rumput atau sandi yang lainnya.

Dari keraton Solo, kita berpindah ke Magelang. Disana kita bisa menemukan seseorang yang ditemukan pada jaman prasasti dulu. Unik. Jarang-jarang punya temen yang namanya Socrates. Panggilan itu didapat saat sedang di Anyer, berhubung nama dia sebenarnya udah banyak di jurusan dan sama dengan dosen dan kajur, jadi dengan kesepakatan bersama mengubah panggilannya menjadi Socrates. Socrates ini tingat ngeselinnya sama kaya Dul, anteng-anteng tapi ngeselin. Kalau ada yang nanya dan udah dijawab, doi malah nanya hal yang sama lagi dengan wajah yang innocent. Doi punya pengalaman buruk saat pdkt dengan seorang anak pertanian, ketikan sms yang panjang dikirim ke gebetannya, cuman dibales dengan sangat singkat bahkan bisa membuat tingkat bunuh diri meningkat! Socrates punya cerita lucu dan ngeselin, kapan-kapan!

Masih di tanah jawa tapi engga tau letak pastinya dimana, kita punya seseorang dengan wajah yang lempeng dan katanya sih setia. Katanya. Bocah itu namanya, Kiki. Lagi-lagi itu samaran dan engga tau darimana dapat panggilan itu. satu fakta tentang bocah ini, doi ternyata adeknya teman seangkatan gue dulu waktu di SMA. Kiki punya pasangan kriminalnya yang udah punya pasangan juga. Jadi, ini skandal tampaknya. Mereka sering kasih emot cium atau peluk padahal sama-sama laki. Kayaknya benar, satu dari tujuh cowok itu .... isi sendiri.

Nah, sekarang kita masuk ke orang yang paling dicari sama polisi. Bocah ini merupakan korban cengan gue dan koki terbaik di jurusan, lalu memiliki cita-cita jadi penari balet. Kita panggil saja dia, Masdab. Sebenarnya sih, bukan korban cengan, cuman karena doi sering duduk deket sayah jadinya cari yang paling deket aja jadi korban. Doi paling sering menjadi pengumpan dengan kalimat-kalimatnya untuk berfantasi ria. Ngobrol sama Dul atau Masdab engga jauh dari surga. Surga kenikmatan duniah. Menjawab beberapa pertanyaan di atas, Masdab adalah pacar dari perempuan betawi tadi dan juga pasangan kriminal dari Kiki.

Lalu, kita ke anak basket yang di semester lalu terhilang karena dapat jadwal yang nyaris engga pernah bareng. Saya pikir, saya sedang khilaf menaruh namanya dibarisan anak-anak cowok. Doi cewek beneran dan kayaknya paling polos dari bocah yang lainnya, karena setiap umpan yang diberikan oleh Masdab, doi malah roaming dan kadang nanya maksudnya apah. Kita sebut saja dia.... abas, karena doi anak basket. Sebenarnya dia bukan anak basket betulan, cuman karena suatu insiden dia meninggalkan olahraga beladirinya dan jadian sama basket.

Dan, terakhir dari gugusan tanah Jawa ini. ada seseorang yang bingung menentukan identitas asal dirinya darimana, karena terlalu banyak campuran dalam dirinya. Dia adalah contoh Indonesia karena banyak suku dalam keluarganya. Gomas, demikianlah ia dipanggil oleh salah satu dosen kami yang sableng. Gomas, jatuh cinta dengan seseorang yang di atas tingkat kami dan doi bercita-cita menjadi seorang aktipis. Semoga, ia kesampean menjadi seorang aktipis yang memperjuangkan nasib kaum buruh.

Lalu, kita menyeberang pulau. Asalnya dari Padang dan entah karena memang sudah mendarah daging atau gimana, otak dagangnya pun jalan. Kalau lagi main ke kosannya, semuanya mau dijualin sama dia. yang ngeselin kalau duduk disebelahnya saat kelas, kalau ngobrol biasanya bisik-bisik dia malah bisiknya pake toa, kenceng! Pernah suatu ketika, doi lagi sakit dan mau dibawa ke klinik pakaiannya udah kaya pesulap yang mau tampil. Ohya, kita bisa sebut dia, Kudil. Gatau ya, ini panggilan dari Masdab. Salahkan Masdab!

Kali ini, orang yang bisa bikin pusing, tapi kalau udah pusing malah bikin ketawa. Hobinya, pasang foto-foto aneh di DP BBMnya. Suka pamer rajah yang di dadanya, malah waktu itu sempet pasang pentil tetenya. Ngocol emang ini orang. Kita sebut dia, OomJod. Beda kaya Oom yang pertama, kalau OomJod jarang bareng jadinya jarang di traktir deh.

Pindahan satu lagi dari salah satu Universitas ternama di pulau Jawa, tempat kesukaannya adalah kantin belakang. alasannya suka tempat itu sih, katanya dia, karena tempatnya asyik padahal aslinya panas banget! Terus, bisa ngobrol dengan siapapun, maklum doi bisa dimasukkan ke daftar toku. Padahal, alasannya simpel, karena di kantin pemandangannya lebih asyik untuk lihat cewek. Doi, fasih dengan bahasa Inggris baik lisan maupun tulis, saingannya cuman Oom yang kerja di hotel. Keunggulan lainnya selain dari umurnya ialah, kemampuannya dalam mengolah kata-kata dan menjadikannya menjadi jurnal yang layak di baca.

Terakhir, kenapa harus terakhir? Karena males nulis di awal, nanti disangka gimana gitu dan biar pas aja tiga orang dibawah adalah orang yang pindahan dan bukan angkatan asli. Cuma, sengaja naruh Oom paling atas karena alasannya udah ditulis, doi itu yang dituakan jadi layak mendapatkan posisi atas dalam daftar pengenalan ini. untuk saya, engga perlu pakai perkenalan lagi kan? Lah, ini blog gue juga sih.

Oh, iya di semester ini. jurusan kami memiliki tiga mahasiswa baru, dua pindahan dari fakultas dan jurusan lain, satu lagi baru masuk. Di kampus ini, masuk bisa kapan aja, mau semester ganjil atau genap pun bisa. Beda, kalau kampusku dulu sih, penerimaan mahasiswa baru cuma semester ganjil.

***

Cukup sekian untuk perkenalan yang absurd ini, memang karena kami pada absurd.

Eniwey, kenapa Seksiologi? Karena obrolan kami engga jauh dari hal itu, dan diangkatan kami pun memiliki dua pengusaha cabe. Engga, engga, itu cuma sebutan asal biar lebih gimana aja sih sebenarnya. Engga ada maksud lainnya. Tapi, seru juga sih, kalau beneran ada jurusan Seksiologi. Kita bisa belajar ilmu soal seks, mau seks yang konsep mana? Apa mau belajar soal kamasutra?

Boleh jujur? Sebenarnya, ini bukan cerita pertama untuk tempatku yang baru ini, karena aku pernah menulis tentang rumah yang cerita tentang orang-orang stres ini.

Kalau di tempat dulu aku memiliki three musketeers. Sekarang, punya pasukan yang lebih stres dan selalu engga bosen bikin ketawa. Satu hal lagi, disini kami belajar tentang yang namanya kebersamaan dan kekeluargaan itu bagaimana.

No comments:

Post a Comment